Oleh Muhamad Bai’ul Hak, SE., M.AppEc

 

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kewirausahaan Al-Wasath merupakan sebuah sekolah yang terletak di Dusun Sambik Baru, Desa Sesaot, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Sekolah yang terletak di daerah wisata ini memadukan kurikulim kejuruan dengan sistem boarding school atau SMK berbasis asrama. Dengan visi “menjadi lembaga pendidikan yang mencetak generasi entrepreneur yang terampil dan unggul dalam imtaq dan iptek serta berakhlaq luhur”, SMK memiliki beberapa misi antara lain: (1) mewujudkan lulusan berjiwa entrepreneur yang kompeten dengan penguasaan teknologi informasi; dan (2) membentuk sumber daya manusia dengan karakter kepemimpinan, berorientasi pada pemecahan masalah lingkungan dan masyarakat serta berjiwa kewirausahaan.

Dari dua misi tersebut, saya berkeyakinan bahwa sekolah ini merupakan perpaduan sekolah kejuruan yang komplit dari segi arah pengembangan SDM dan impaknya terhadap lingkungan. saya optimis bahwa SMK Al-Wasath merupakan miniatur yang sempurna jika memiliki usaha berbasis circular economy. Secara umum, circular economy berarti apa yang kita gunakan dan konsumsi seoptimal mungkin harus kita gunakan kembali dan pada akhirnya harus kita lakukan proses produksi. Misalnya sebuah sekolah menggunakan produk tertentu kemudian produk tersebut menimbulkan sampah, maka sampah yang dihasilkan harus kelola menjadi produk lainnya yang bernilai ekonomi, seperti mengolah sampah plastic menjadi ecobrick. Sekolah yang mampu mengelola sampahnya dengan menggunakan prinsip circular economy.

 

Konsep Usaha Berbasis Circular Economy

Artikel yang ditulis Stahel (2016) tentang Model bisnis berbasis circular economy menyebutkan bahwa, secara umum circular economy business model terbagi ke dalam 2 kelompok, yaitu:

  1. Model bisnis yang menekankan pada upaya memperpanjang penggunaan barang bekas. Adapun contoh pada model usaha seperti ini adalah Perusahaan merenapkan sistem isi ulang pada produknya seperti layanan isi ulang sabun cuci.
  2. Model bisnis yang menjadikan barang bekas sebagai bahan baku untuk menciptakan barang jadi lainnya. Adapun contoh penerapan model bisnis ini adalah usaha mengolah sampah plastik menjadi barang bernilai ekonomi seperti kerajinan, ecobrick, dan barang lainnya.

Namun pada prakteknya, tidak jarang ada sebuah entitas mengkombinasikan kedua model bisnis secara bersamaan. Mengurangi penggunaan plastik dan juga menggunakan kembali plastik sejatinya menjadi satu kesatuan dengan mengolah plastik menjadi produk lainnya. Sehingga manajemen usaha berbasis sampah plastik dapat dilakukan secara komprehensif.

 

 

picture adopted from https://biomimicry.org/

 

Implikasi Usaha Berbasis Circular Economy

Adapun tujuan dari implementasi usaha berbasis circular economy adalah tidak hanya terbatas pada tujuan ekonomi semata, namun juga bagaimana berdampak pada lingkungan (Kirchherr et al. 2017). Tentu kegiatan mengolah sampah plastik menjadi sebuah produk bernilai ekonomi akan memberikan dampak positif bagi siswa. Kegiatan usaha berbasis circular economy dengan pemanfaatan mengubah sampah plastik menjadi ecobrick untuk usaha kreatif dapat menumbuhkan minat usaha atau jiwa entrepreneurship bagi siswa di sekolah (Aryanto et al., 2019).

Secara lebih luas, implementasi usaha berbasis circular economy berkontribusi positif terhadap penurunan gas emisi karbon. Hailemariam et al (2023) menemukan bahwa implementasi circular economy berdampak pada penurunan emisi secara signifikan. Jadi, dengan membangun usaha berbasis Circular Economy, SMK Al-Wasath bukan hanya sedang membangun sebuah bisnis semata, tetapi mengajak seluruh elemen sekolah untuk sama-sama berkontribusi terhadap perubahan iklim.

 

REFERENSI

Aryanto, S., Markum, M., Pratiwi, V., & Husadha, C. (2019). Ecobrick sebagai Sarana Pengembangan Diri Berbasis Ecopreneurship di Sekolah Dasar. DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik, 3(1), 93. https://doi.org/10.20961/jdc.v3i1.34076

Hailemariam, A., & Erdiaw‐Kwasie, M. O. (2023). Towards a circular economy: Implications for emission reduction and environmental sustainability. Business Strategy and the Environment, 32(4), 1951-1965.

Kirchherr, J., Reike, D., & Hekkert, M. (2017). Conceptualizing the circular economy: An analysis of 114 definitions. Resources, conservation and recycling, 127, 221-232.

Stahel, W. R. (2016). The circular economy. Nature, 531(7595), 435-438.