Lombok Barat, NTB– Diskusi strategis antara NGO asal Bandung dan mahasiswa internasional serta Peneliti Ekonomi Pembangunan FEB Universitas Mataram berlangsung hari ini di Aula Kantor Desa Sesaot, Lombok Barat, NTB. Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan mahasiswa dari National University of Singapore (NUS), Mahasiswi Kamboja, dan Mahasiswa Maluku Indonesia, serta dosen dan mahasiswa Ekonomi Pembangunan FEB Universitas Mataram .

Diskusi ini berfokus pada hasil penelitian berjudul “Aik Nyet Sesaot’s Tourism Development Strategy Using SWOT Analysis and PLS-SEM Approach,” yang dilakukan oleh Yusril Hayadi, mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan FEB Universitas Mataram, dengan bimbingan dosen Muhammad Dzul Fadlli. Penelitian ini menggunakan analisis SWOT dan pendekatan PLS-SEM untuk mengevaluasi strategi pengembangan pariwisata di Aik Nyet.

Dalam presentasinya, Yusril Hayadi menguraikan potensi, tantangan, serta strategi untuk mengembangkan sektor pariwisata di Aik Nyet. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan panduan strategis bagi pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan memperkuat peran agribisnis dalam ekonomi lokal. Diskusi ini untuk menyelaraskan dengan pengembangan Agribisnis yang ingin dikembangkan oleh Mahasiswa Internasional dan NGO dengan pendanaan dari Asia Fondation.

Diskusi ini dirancang untuk mendapatkan pandangan dan masukan dari berbagai pihak terkait, termasuk berdasarkan hasil riset berbasis data yang dilakukan penelitian Fakultas Ekonomi Universitas Mataram. Diskusi ini memberikan pengalaman dan perspektif berbeda dalam bidang pariwisata dan agribisnis. Tujuan utama dari diskusi ini adalah untuk menyusun policy brief yang akan digunakan oleh tim NGO dan mahasiswa internasional untuk merumuskan kebijakan strategis guna mendukung perkembangan agribisnis dan pariwisata di Aik Nyet. Hasil diskusi ini menyoroti pentingnya kolaborasi dan integrasi antara berbagai stakeholder agar dapat mengembangkan desa Aik Nyet.

Diskusi ini merupakan langkah awal untuk mendorong pertumbuhan dan pengembangan berkelanjutan di Aik Nyet. NGO Bandung, bersama dengan volunter dan akademisi, akan melanjutkan upaya mereka untuk menyusun kebijakan yang efektif dan relevan berdasarkan hasil diskusi dan penelitian ini.