Output Agregat/Pertumbuhan Ekonomi di Lombok Tengah
Oleh: Muhamad Satriawan Alfarizi (Mahasiswa FEB Unram)
Pembangunan ekonomi nasional telah mengalami perkembangan seiring dengan globalisasi yang terjadi di seluruh dunia. Berbagai kebijakan pun telah dilakukan oleh para petinggi negara setiap eranya. Ini dilakukan tentunya dengan tujuan agar perkembangan ekonomi nasional bernilai positif atau meningkat setiap tahunnya. Tentu kebijakan-kebijakan yang telah diputuskan oleh pemimpin negara pada saat itu telah melalui banyak pertimbangan dari segala sektor sehingga perkembangan ekonomi ini tidak mengorbankan sektor lain yang menimbulkan rusaknya kestabilan nasional.
Pertumbuhan ekonomi sendiri menjadi salah satu faktor dalam ekonomi makro yang dapat dijadikan indikator bagaimana perkembangan ekonomi pada periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi menjadi gambaran nyata bagaimana dampak dari kebijakan pembangunan ekonomi yang digunakan pada periode tersebut. Pada prakteknya, pertumbuhan ekonomi akan menghitung bagaimana laju pertumbuhan dari berbagai macam sektor yang ada pada suatu wilayah yang mana akan menunjukkan perubahan pada tingkat ekonomi di wilayah tersebut. Dalam lingkup negara ,perhitungan tersebut dilakukan dengan melihat bagaimana perubahan pada PDB riil/ PDB atas harga konstan dari wilayah tersebut. Begitu juga di tingkat daerah yang mengamati kenaikan ataupun penurunan PDRB riil di daerah tersebut.
Pertumbuhan ekonomi tidak secara langsung menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi di kawasan tersebut bernilai poositif, karena pada dasarnya pembangunan ekonomi umumnya tidak dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi saja melainkan banyak hal termasuk tingkat tenaga kerja, tingkat harga, dan lain sebagainya. Namun pertumbuhan ekonomi ini akan menunjukkan perubahan dari output suatu wilayah yang dapat mengindikasikan perkembangan pada faktor faktor tersebut yang akan menjadi tolak ukur keberhasilan pembangunan ekonomi nasional. Salah satu contohnya adalah penurunan jumlah pengangguran. Misalnya terjadi pertumbuhan ekonomi 4% pada periode 2020, ini berarti produktifitas pada sektor-sektor ekonomi di wilayah tersebut juga telah meningkat yang mana akan meningkatankan permintaan tenaga kerja sehingga akan mengurangi tingkat pengangguran di wilayah tersebut. Dengan kata lain, ketika pertumbuhan ekonomi meningkat akan membantu kenaikan pembangunan nasional.
Di Indonesia sendiri terdapat instansi yang menyediakan seluruh kebutuhan data termasuk di sektor ekonomi di suatu wilayah yakni Badan Pusat Statistik (BPS). BPS ini dibentuk dengan tujuan membantu perencanaan pembangunan sektoral maupun lintas sektoral dengan mengumpulkan, memproses, dan menyediakan data yang dibutuhkan untuk pembangunan tersebut. Tak hanya di tingkat nasional, BPS juga menyediakan di tingkat provinsi dan juga kabupaten/kota salah satunya adalah BPS Lombok Tengah. Kabupaten Lombok Tengah adalah salah satu kabupaten di Nusa Tenggara Barat yang tepatnya berada di pulau Lombok. Kabupaten ini merupakan salah satu kabupaten yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi di Nusa Tenggara Barat pada 2021 berkat adanya Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika (KEK Mandalika) khususnya Sirkuit Internasional Mandalika. Tentunya dari pengembangan KEK Mandalika ini akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Lombok Tengah. Hasil dari Pengembangan KEK Mandalika dapat dilihat dari peningkatan pada sektor konstruksi yang melejit. Selain itu, Kabupaten Lombok Tengah juga memiliki sektor ekonomi unggulan seperti: pertanian, kehutanan dan perikanan; industri pengolahan; konstruksi; dsb. yang membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Lombok Tengah pada tahun 2021.
Dalam melihat pertumbuhan ekonomi suatu daerah, yang harus dilihat adalah PDRB dari daerah tersebut setiap tahunnya. Ketika presentase PDRB bernilai positif maka dapat disimpulkan bahwa kondisi ekonomi daaerah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya. Sebaliknya, ketika presentase PDRB bernilai negatif maka terjadi penurunan kondisi ekonomi pada daerah tersebut. Terdapat 2 jenis PDRB yang digunakan yakni PDRB nominal dan PDRB riil. Kedua PDRB ini penting dihitung dalam menjalankan ekonomi suatu daerah
Pada data dari buku Lombok Tengah Dalam Angka tahun 2022 yang dipublikasi oleh BPS Lombok Tengah pada rentan tahun 2019 hingga 2021 terjadi dinamika perkembangan ekonomi yang cukup menarik. Pada tahun 2019 Lombok Tengah memiliki PDRB atas dasar harga konstan 2010 yakni sebesar 12 398,52 (dalam milyar rupiah) yang dimana jika dilihat dari lapangan usahanya, PDRB atas dasar harga konstan 2010 ini di dominasi oleh sektor Pertanian, Perikanan dan Kehutanan yakni sebesar 3 112,85 (dalam milyar rupiah). Artinya pada tahun 2019, sektor Pertanian, Perikanan dan Kehutanan menjadi sektor ekonomi utama di Lombok Tengah.
Pada tahun 2020 PDRB atas dasar harga konstan 2010 di Lombok Tengah menunjukkan angka 11 571,13 (dalam milyar rupiah). Angka ini telah menurun sebesar 6,67% dibanding tahun sebelumnya yakni 2019. Penurunan ini tidak terjadi secara sembarangan, namun tidak lain tidak bukan akibat dari pandemi covid 19 yang merebak pada bulan Maret tahun 2020 yang mana pemerintah mengimbau masyarakat Indonesia untuk melakukan Lockdown dimana masyarakat harus membatasi kegiatannya diluar rumah termasuk kegiatan produksi maupun pekerjaan pekerjaan yang harus dilakukan secara fisik terhenti sementara. Ini tentu membatasi kegiatan kegiatan ekonomi yang dapat dilakukan sehingga berujung pada penurunan tingkat produksi pada 2020 secara nasional termasuk di Lombok Tengah. Tentu peristiwa tersebut tidak hanya menimbulkan efek negatif pada tingkat produksi saja, namun juga pada tingkat pengangguran, kemiskinan dan lain-lain. Pada saat itu banyak terjadi PHK massal, banyak pengusaha yang gulung tikar, pedagang kecil yang dilarang berjualan, pengurangan lapangan pekerjaan sehingga memberikan pengaruh negatif terkait dengan beberapa faktor faktor Pendapatan nasional seperti pengeluaran rumah tangga menurun akibat kehabisan uang, investasi yang dilakukan menurun karena kekurangan dana, pengeluaran pemerintah yang terganggu, hingga ekspor-impor yang juga mendapati kendala akibat Pandemi Covid 19 tersebut. Meskipun penurunan mencapai angka 6,67%, tetapi masih terdapat beberapa sektor yang mengalami kenaikan seperti sektor Informasi dan Komunikasi serta sektor Jasa Keuangan dan Asuran. Dalam keadaan tersebut, perekonomian Lombok Tengah masih didominasi oleh sektor Pertanian, Perikanan dan Kehutanan meskipun telah menurun menjadi 3 067,03 (dalam milyar rupiah).
Meskipun terjadi penurunan tingkat ekonomi secara general di seluruh dunia pada saat pandemi covid 19 tahun 2020 termasuk di Nusa Tenggara Barat, Lombok Tengah menjadi yang terdepan dalam pertumbuhan ekonomi di Nusa Tenggara Barat pada tahun 2021. Bagaimana tidak, nilai PDRB atas dasar harga konstan tahun 2010 naik hingga 4,03% dimana pada saat itu angka tersebut tergolong cukup tinggi karena kondisi ekonomi masih dalam masa pemulihan akibat pandemi covid 19. Bahkan ibukota NTB, Kota Mataram yang seharusnya menjadi pusat kegiatan ekonomi di NTB hanya mencapai angka 3,27%. Peningkatan yang tinggi ini tentu bukan tanpa alasan. Ini terjadi akibat dari pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika yang mana meningkatkan sektor konstruksi termasuk dengan pembangunan Sirkuit MotoGP yang mana sirkuit ini merupakan hasil kerjasama dengan pihak investor luar negeri. Pada tahun 2021, sektor Konstruksi Lombok Tengah meningkat 16,74% atau sebesar 312,59 milyar rupiah yang membantu PDRB atas harga konstan 2010 di Lombok Tengah naik hingga mencapai 12 037,66 (dalam milyar rupiah). Meskipun sektor konstruksi memiliki peningkatan yang paling banyak pada tahun 2021, namun sektor utama ekonomi Lombok Tengah masih dipegang oleh sektor Pertanian, Perikanan dan Kehutanan.
Dari 3 periode perhitungan PDRB atas harga konstan tahun 2010 tersebut dapat disimpulkan bahwa Ekonomi Lombok tengah masih bertumpu pada sektor Pertanian, Perikanan dan Kehutanan dimana sektor ini selalu mendominasi PDRB Lombok Tengah setelah 3 periode perhitungan mulai dari 2019 hingga 2021. Dinamika penurunan ekonomi yang terjadi pada ekonomi Lombok Tengah pada 2020 sebenarnya tidak hanya terjadi di Kabupaten Lombok Tengah saja, namun hampir seluruh kota di dunia akibat dari Pandemi covid 19. Namun menariknya, pemulihan atau recovery dari ekonomi Lombok Tengah cukup pesat jika dibandingkan dengan kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Daftar Pustaka
Buku Lombok Tengah Dalam Angka Tahun 2022