PENANGGULANGAN TINGKAT PENGANGGURAN DALAM UPAYA PERTUMBUHAN EKONOMI DI LOMBOK TIMUR

Oleh: Whella Widhyasari Erpa (Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mataram)

Dalam konstitusi negara  Republik  Indonesia  diatur mengenai pekerjaan penghidupan yang  layak.  Dimana  Ketenagakerjaan  adalah  salah  satu  masalah  yang  rumit  didalam  ilmu ekonomi dan ilmu pemerintahan. Jumlah penduduk yang semakin besar akan menambah tugas dari  pemerintah  untuk  mensejahterakan  warga  negaranya.  fasilitator  dalam  mempersiapkan lapangan   pekerjaan   untuk   tenaga   kerja   sehingga   mengurangi pengangguran   yang   ada. Kelangkaan lapangan pekerjaan terjadi karena ketidakseimbangan  antara kemampuan negara dalam menyediakan lapangan pekerjaan dengan penduduk usia kerja yang semakin bertambah dari waktu ke waktu. Sehingga hal ini memicu bertambahnya angka pengangguran.

Pengangguran  adalah  meliputi  penduduk  yang  tidak  bekerja  dan  sedang  mencari pekerjaan,  atau  mempersiapkan  suatu  usaha  baru,  atau  merasa  tidak  mungkin  mendapat pekerjaan (putus asa), atau sudah diterima bekerja tetapi belum mulai bekerja. Pengangguran telah menjadi momok yang begitu menakutkan khususnya di negara-negara berkembang seperti di Indonesia. Negara berkembang seringkali dihadapkan dengan besarnya angka pengangguran karena  sempitnya  lapangan  pekerjaan  dan  besarnya jumlah  penduduk.  Sempitnya  lapangan pekerjaan dikarenakan karena faktor kelangkaan modal untuk berinvestasi, yang membuat para angkatan kerja tidak dapat berinovasi dengan menghasilkan lapangan kerja sendiri atau menjadi seorang  wirausaha  melainkan  bergantung  terhadap  perusahanan-perusahaan  yang  menerima lapangan perkerjaan.

Sebagai salah satu wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kabupaten Lombok Timur merupakan salah satu Kabupaten dengan tingkat pengaruh terhadap wilayah sekitarnya relatif cukup besar,baik dari aspek fisik, sosialmaupun ekonomi. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor,  antara lain bahwa Lombok Timur secara geografis maupun  fisik wilayah merupakan wilayah paling Timur dari Pulau Lombok yang memiliki arti penting bagi aspek konektivitas wilayah bagi dua buah Pulau besar di Propinsi NTB yaitu Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Aspek konektivitas wilayah ini merupakan faktor penting dalam pengembangan ekonomi daerah.

Dari aspek sosial, penduduk Kabupaten Lombok Timur memiliki populasi tertinggi di Propinsi NTB dibandingkan  dengan  9  (Sembilan) Kabupaten/Kota lainnya, yaitu merupakan 25% dari seluruh jumlah penduduk di NTB. Sehingga kondisi sosial kemasyarakatan penduduk Lombok  Timur  sangat  mewarnai  kondisi  NTB  secara  umum.  Demikian  juga  dari  aspek ekonominya,   aktivitas   masyarakat   secara   ekonomi   juga   menjadi   tolak   ukur   indikator perekonomian provinsi NTB secara keseluruhan. Angka kemiskinan Kabupaten Lombok Timur masih tergolong tinggi  dibandingkan angka kemiskinan provinsi Nusa Tenggara Barat. Pada tahun 2017, angka kemiskinan di kabupaten lombok timur mencapai  18,28%, dimana angka kemiskinan Provinsi NTB mencapai 16,07%. dari sisi pembangunan manusia yang digambarkan melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lombok Timur berada pada peringkat 3 terbawah, nilai IPM Lombok Timur yakni 63,22 poin.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di NTB pada Februari 2021 sebesar 3,97 persen, mengalami peningkatan sebesar 0,58 persen dibandingkan Pebruari 2020 (3,14 persen). Angka TPT bulan Februari 2021 di NTB ini lebih rendah di bawah angka TPT Nasional (6,26 persen). TPT NTB memilikikecenderungannya yang sama dengan kondisinasional yang juga mengalami peningkatan dibanding kondisi Februari 2020 saat awal pandemi COVID- 19, dan menurun dari kondisi bulan Agustus 2020. Upaya yang dilakukan untuk mengurangi pengangguran, baik di NTB  maupun  nasional  sudah  ada  perbaikan  namun  belum  ke  posisi  semula  saat  sebelum terjadinya pandemi  COVID- 19. Angka  TPT  daerah perkotaan  5,13 persen,  lebih tinggi  dari perdesaan yang hanya sebesar 2,91 persen. Hal tersebut disebabkan wilayah perkotaan memiliki sektor formal yang lebih banyak dibandingkan perdesaan, sementara sektor formal masih belum ada peningkatan kebutuhan tenaga kerja sebagai akibat perlambatan pertumbuhan ekonomi dan pemutusan  hubungan  kerja  sebagai  dampak  pandemi.  Berdasarkan  tingkat  pendidikan  TPT terendah sebesar 0,08% pada penduduk berpendidikan Diploma I/II/III, sementara TPT tertinggi sebesar 7,07% terdapat pada jenjang pendidikan Universitas.

Dalam menanggulangi angka pengangguran di Kabupaten Lombok Timur, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lombok Timur berperan dalam melakukan berbagai upaya dan program yang diharapkan akan mengurangi angka pengangguran yang ada di Kabupaten Lombook  Timur  agar  para  pengangguran  dapat  mendapatkan  perkerjaan  yang  layak  sesuai dengan kemampuan keterampilannya.  Salah satu program yang telah dilakukan ialah dengan mengadakan  Pameran  Kesempatan  Kerja  (Job  Fair).  Program  Job  Fair  ini  bertujuan  untuk mempertemukan   antara   para   pencari   kerja   dan   perusahaan-perusahaan   yang   menerima perkerjaan. Selain itu, untuk meningkatkan daya saing dan kemampuan para tenaga kerja (Agus Lukman,  2019).  Dinas  Tenaga  Kerja  dan  Transmigrasi  Kabupaten  Lombok  Timur  telah mengadakan program pelatihan dan produktivitas tenaga kerja di Loka Latihan Kerja (LLK) Selong,   guna   memberikan   keterampilan   kepada   calon   tenaga   kerja   sehingga   kompeten dibidangnya.

Program terdiri dari beberapa kegiatan yang bertujuan untuk memfasilitasi, mendorong, maupun  mengatur  kegiatan pembangunan.  Kegiatan  merupakan penjabaran  lebih  lanjut  dari suatu  program  sebagai  arah  dari  pencapaian  tujuan  dan  sasaran  strategis  yang  merupakan konstribusibagipencapaian visi dan misi organisasi. Kegiatan merupakan aspek operasional dari suatu rencana strategis yang diarahkanuntukmemenuhi sasaran, tujuan, visi dan misi organisasi. Adapun program dan kegiatan Dinas Tenaga Kerja dan Transimigrasi Kabupaten Lombok Timur tahun 2020 sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Lombok Timur yang tertuang di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2018- 2023. Maka program dan kegiatan dalam Renstra (Rencana Strategis) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lombok Timur dengan program kerja seperti program peningkatan kesempatan kerja “Perencanaa  pengembangan  program  baru  selalu  di  lakukan  di  Dinas  Tenaga  Kerja  dan Transmigrasi dari Tahun ke Tahun yang disesuaikan dengan kebutuhan/tuntutan zaman” dan Program  Peningkatan  Kualitas  dan  Produktivitas  Tenaga  kerja  “Secara  substansi,  tidak  ada perbedaan pelaksanaan program kegiatan Loka Latihan Kerja (LLK) Selong Tahun 2019 dan Tahun  2020.  Hanya  saja  Kalau  pada  tahun  2020  dilaksanakan  sesuia  persyaratan  protokol kesehatan Covid- 19” .

 

DAFTAR PUSTAKA

Drajadiah, W. 2020. Profil Ketenagakerjaan. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Nusa Tenggara Barat, Mataram.

Hartati. W., dan Bahri, S. Y. 2022. Peran Dinas Tenaga Kerja Dalam Menanggulangi Tingkat Pengangguran di Kabpaten Lombok Timur Berdasarkan Konstitusi Negara Republik Indonesia. Jurnal Mentari Publika, Vol.3 (1): 47-63

Sudarmanto. 2021. Kajian Fiskal Regional Triwulan I. Kanwil Ditjen Pembendaharaan Provinsi NTB, Mataram.